Kunjungi Keluarga Ibu Mucholifah, Perjuangan Seorang Ibu Menghidupi dan Menyekolahkan Anak
Insan Mandiri
Penulis
INSAN MANDIRI - Kali ini, tim Staf Program Insan Mandiri melakukan kunjungan langsung ke rumah Ibu Mucholifah bersama kedua putrinya di wilayah Krian, Sidoarjo. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi keluarga secara langsung sekaligus menyampaikan amanah dari para donatur.
Ibu Mucholifah, yang akrab disapa Bu Ifa, merupakan seorang ibu dengan tiga orang putri. Putri pertamanya telah berkeluarga. Putri keduanya bernama Salsabilah Ratmono Putri, saat ini duduk di kelas 2 SMK jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis di salah satu SMK swasta di Krian, Sidoarjo. Sementara putri ketiganya, Nazilla Ratmono Putri, masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.
Sejak wafatnya sang suami, almarhum Bapak Hendro Ratmono pada tahun 2021 akibat komplikasi diabetes yang telah parah, Bu Ifa menjadi tulang punggung keluarga. Almarhum sempat disarankan dokter untuk menjalani amputasi dari bagian bawah pusar, namun dengan pertimbangan risiko yang tinggi dan kondisi keluarga, tindakan tersebut tidak dijalani. Kepergian suami tercinta menjadi pukulan berat, namun Bu Ifa tetap berusaha tegar demi masa depan anak-anaknya.
Saat ini, Bu Ifa bekerja sebagai pengasuh bayi di sebuah keluarga dokter. Sistem penghasilannya bersifat harian, dengan upah sekitar Rp50.000 per hari.
“Kadang ditambahi transport, mboten mesti, Mas,” tuturnya lirih. Dengan penghasilan yang terbatas, Bu Ifa berusaha mencukupi kebutuhan harian sekaligus biaya pendidikan anak-anaknya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Bu Ifa tetap bersyukur atas prestasi anak-anaknya. Putri bungsunya, Nazilla, masih mampu meraih peringkat empat di kelas. Sementara putri keduanya, Salsabilah, mendapatkan beasiswa dari perusahaan tempat almarhum ayahnya dulu bekerja, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi beliau selama kurang lebih 13 tahun saat perusahaan tersebut merintis di masa awal.
Bu Ifa juga menyampaikan bahwa hingga saat ini keluarganya belum pernah menerima bantuan sembako dari pemerintah. Bahkan, kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya sudah tidak aktif sejak pindah domisili dari Surabaya ke Sidoarjo. Dalam kunjungan tersebut, Bu Ifa juga berkonsultasi kepada tim Insan Mandiri terkait kemungkinan pengurusan kembali BPJS Kesehatan.

Amanah bantuan dari Insan Mandiri rencananya akan digunakan Bu Ifa untuk membeli sepatu dan seragam sekolah anak-anaknya yang sudah tidak layak pakai, serta untuk persiapan pembelian buku di semester mendatang. Dengan mata berkaca-kaca, Bu Ifa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur Insan Mandiri. Ia mendoakan agar seluruh donatur diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam setiap langkah kebaikannya.
Tak lupa, Bu Ifa juga berpesan kepada anak-anaknya agar kelak ketika sudah bekerja, mereka menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu sesama.
“Kalau sudah besar dan punya penghasilan, ojo lali bantu wong liya,” pesannya penuh harap.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kisah perjuangan dan harapan yang terus tumbuh. Insan Mandiri berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan, menghubungkan kepedulian para donatur dengan mereka yang membutuhkan.
Ajak orang baik lainnya
Campaign Terkait
Baca Juga
Kegiatan Rutin di Sanggar Anak Prestasi Punggul
25 Desember 2025
Sanggar Krembung: Bina Generasi Muda yang Qur'ani
25 Desember 2025
Semangat Belajar di Sanggar Anak Prestasi Prambon 2 Selama Ramadan
25 Desember 2025
Salurkan 180 Paket Beras Zakat Fitrah pada Akhir Ramadan
25 Desember 2025