Bantu Pendidikan Yatim & Dhuafa
Insan Mandiri
Satu Kebaikan, Sejuta Harapan
Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya ingin belajar, tapi tidak punya cukup akses untuk mewujudkannya?
Di banyak sudut Indonesia, pendidikan masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Bukan karena anak-anaknya tidak mau belajar, tapi karena keadaan yang membatasi langkah mereka. Jarak sekolah yang jauh, keterbatasan biaya, hingga kondisi keluarga, semua menjadi bagian dari realitas yang tidak selalu terlihat.
Seperti Nabilah, ia tumbuh di antara dinding-dinding seng yang berdenting
setiap kali hujan turun. Rumah itu bukan miliknya hanya pinjaman dari bos tempat ayahnya bekerja, mengumpulkan barang bekas dari pagi hingga senja.

Bau logam tua dan kardus basah sudah jadi bagian dari masa kecilnya.
Nabilah tinggal di rumah Seng sejak kecil bersama ayahnya, sang ibu meninggal dunia saat Nabilah berusia 9 tahun. 
Setiap pagi, Nabilah berangkat ke sekolah dengan mengayuh sepeda. Nabilah tetap bangga kepada ayahnya, karena ia tahu, dari tumpukan sampah itulah sekolahnya dibiayai, rupiah demi rupiah.
Tak ada meja belajar di rumah itu. Nabilah biasa menulis PR-nya di atas kardus bekas, beralaskan lutut yang mulai kebas karena duduk terlalu lama di atas ranjang tak beralas. Sesekali ia berhenti, meluruskan kaki, lalu melanjutkan lagi.
Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) Kemendikdasmen
Data dasbor per 1 April 2026 mencatat jumlah ATS mutakhir mencapai 3.966.858 anak, dengan rincian anak Belum Pernah Bersekolah (BPB) 1.913.633, Drop Out (DO) 986.755, dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) 1.066.470. Data ini diverifikasi melalui proses berjenjang yang melibatkan Dapodik Kemendikdasmen dan EMIS Kementerian Agama, serta bersinergi dengan data dari Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kemenaker, dan Kementerian Pertanian.
Sumber: Puslapdik Kemendikdasmen — puslapdik.kemendikdasmen.go.id 
Nabilah adalah satu dari jutaan anak Indonesia yang lahir di tengah keterbatasan, namun menyimpan kemungkinan tak terbatas. Yang mereka butuhkan bukan belas kasihan tapi kesempatan.
Karena pendidikan bukan hadiah untuk yang mampu. Ia adalah hak untuk semua yang berani bermimpi.

Mari kita bantu anak-anak seperti Nabilah menuliskan masa depan mereka sendiri. Dengan sedikit berbagi rezeki yang kita miliki.
Klik DONASI SEKARANG dan jadilah bagian dari perubahan.
Disclaimer:
Informasi Program
1. Seluruh donasi yang dititipkan akan disalurkan dalam bentuk biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, serta seragam untuk anak-anak yatim & dhuafa, sesuai kebutuhan dan kondisi penerima manfaat.
2. Dokumentasi penyaluran program akan diinformasikan melalui kanal resmi sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban amanah donasi.
Kabar Terbaru
Berita Terkait
Insan Mandiri Gelar Workshop Guru Rumah Belajar untuk Tingkatkan Kualitas Pembinaan
09 Agustus 2026
Insan Mandiri Salurkan Bantuan Alat Tulis dan Juz Amma untuk Adik-Adik Binaan Rumah Belajar
29 Juli 2026
Muharram Berbinar 1448 H: Pawai dan Santunan Yatim Dhuafa Insan Mandiri Sidoarjo Tebar Semangat dan Harapan
29 Juni 2026
Belanja Bareng Yatim: Hadirkan Bahagia dan Harapan di Momentum Muharram Insan Mandiri
28 Juni 2026
Anak Binaan Rumah Belajar Prambon 2 Gelar Mujahadah dan Hafalan Surat Pendek untuk Doakan Para Donatur
12 Mei 2026Ajak orang baik lainnya
© 2026 Hak Cipta Dilindungi.
Bersama Berbagi, Untuk Sesama
Anda akan diarahkan ke halaman pengisian nominal dan identitas donatur.

