Logo Insan Mandiri
Gempa Telah Berlalu, Tapi Ancaman Kesehatan di Pengungsian Belum Selesai
Artikel 26 September 2026

Gempa Telah Berlalu, Tapi Ancaman Kesehatan di Pengungsian Belum Selesai

Insan Mandiri

Penulis

Di pengungsian, kebutuhan warga tidak berhenti pada makanan dan tempat berlindung. Ketika ribuan orang masih menjalani hari dalam kondisi darurat, menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari upaya untuk bertahan dan perlahan kembali bangkit.

Pasca gempa yang melanda, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan. Hingga 10 September 2026 pukul 07.30, Kementerian Kesehatan mencatat 25.017 kasus ISPA di tujuh kabupaten terdampak, yakni Sikka, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Selain ISPA, dermatitis tercatat sebanyak 1.573 kasus dan diare sebanyak 1.512 kasus.

Tingginya kasus ISPA menjadi perhatian karena banyak warga masih berada di pengungsian. Dalam kondisi tempat tinggal sementara yang padat, ditambah persoalan air bersih dan sanitasi, risiko munculnya penyakit dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan upaya pencegahan menjadi semakin penting.

Data BNPB per 4 September 2026 mencatat 111.321 orang masih berada di pengungsian. Pada saat yang sama, 129 orang meninggal dunia, 1.723 orang mengalami luka-luka, dan 98.908 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang beragam.

Tantangan kesehatan juga datang dari fasilitas pelayanan yang ikut terdampak gempa. Kementerian Kesehatan mencatat 169 fasilitas kesehatan terdampak di tujuh kabupaten. Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, sebanyak 868 relawan kesehatan telah dimobilisasi ke wilayah terdampak. 

Sebanyak 366 di antaranya dikirim oleh Kementerian Kesehatan dalam dua tahap, sementara relawan lainnya berasal dari organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah. Dukungan juga diberikan melalui logistik kesehatan, mulai dari 10 tenda rumah sakit lapangan, lima unit WC, delapan emergency kit, 16.000 masker, 17.600 sarung tangan, hingga 444 pemberian makanan tambahan (PMT).

Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pasca bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Kesehatan masyarakat juga perlu dijaga selama proses pemulihan berlangsung.

Sebab ketika kehidupan masih berjalan dalam keterbatasan, tubuh yang sehat menjadi salah satu bekal penting untuk kembali beraktivitas, merawat keluarga, bekerja, dan perlahan menata kehidupan.

Gempa mungkin telah berlalu, tetapi perjalanan menuju pulih belum selesai. Menjaga kesehatan hari ini menjadi bagian dari upaya agar masyarakat NTT dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang.


Ajak orang baik lainnya

Baca Juga

Lihat Semua