Logo Insan Mandiri
Bijak Menikmati Daging Kurban, Sehat Tanpa Berlebihan
Artikel 22 April 2026

Bijak Menikmati Daging Kurban, Sehat Tanpa Berlebihan

Insan Mandiri

Penulis

Pentingnya mengolah dan mengkonsumsi daging kurban secara seimbang agar manfaatnya tetap dirasakan tanpa mengganggu kesehatan.

Momen Idul Adha bukan sekadar rutinitas perayaan, melainkan momentum penuh berkah yang dinanti umat Islam. Berawal dari keteladanan Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Surah As-Saffat ayat 102-107, berkurban menjadi wujud ketaatan yang mendalam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam riwayat HR. Tirmidzi, menyembelih hewan kurban pada Hari Nahr (10 Zulhijah) adalah amal yang paling dicintai Allah SWT, sejalan dengan perintah kurban pada Surah Al-Kautsar ayat 2. Selain bernilai ibadah, hari raya ini juga menghadirkan kebahagiaan lewat tradisi berbagi daging kurban kepada sesama.

Porsi Aman Konsumsi Daging
Melimpahnya pembagian daging sapi atau kambing seringkali membuat kita tergoda untuk makan berlebihan. Agar gizi terpenuhi tanpa merusak kesehatan, perhatikan batas aman konsumsinya. Mengutip dari kompas, pakar gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Lailatul Muniroh, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa porsi aman mengkonsumsi daging merah matang adalah 50 hingga 70 gram per hidangan. Batas maksimal konsumsinya pun disarankan hanya dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Cara Memilih Bagian Daging yang Lebih Rendah Lemak
Memilih potongan daging yang tepat adalah langkah awal menuju hidangan sehat. Melansir situs halodoc, pilihlah bagian daging yang rendah lemak seperti paha depan, paha belakang, pinggang, atau sirloin (has luar). Sebaliknya, hindari area perut, iga, dan jeroan. Pastikan juga anda memilih daging dengan sedikit marbling (gurat lemak putih) dan membuang lapisan lemak yang menempel sebelum memasaknya.

Teknik Memasak Daging Qurban yang Lebih Sehat
Bayangan kelezatan rendang, gulai, atau sate memang menggugah selera. Namun, teknik memasak yang salah bisa merusak nutrisi daging. Merujuk pada klikdokter, dr. Nadia Octavia menyarankan metode merebus, mengukus, atau memanggang karena dapat mempertahankan kandungan gizinya dengan lebih baik. Khusus untuk daging kambing, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid. mengingatkan agar tidak memasaknya dengan suhu di atas 250 derajat Celcius agar kualitas nutrisinya tetap terjaga.

Menyeimbangkan Dengan Sayur dan Cairan Tubuh
Mengonsumsi daging kurban wajib diimbangi dengan serat dari sayuran, buah, dan hidrasi yang cukup. Dikutip dari health.detik, Konsultan Lambung dan Pencernaan dari Universitas Indonesia, Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, menyebutkan tiga manfaat utama serat sebagai pendamping daging:

Memberikan efek kenyang lebih cepat sehingga mencegah makan berlebih yang memberatkan kerja lambung. Menahan penyerapan kolesterol dari daging yang berisiko memicu gangguan jantung dan pembuluh darah. Memperlancar gerak peristaltik usus sehingga mencegah sembelit dan melancarkan pencernaan.

Pentingnya Aktivitas Fisik Setelah Makan Berat. Menyantap hidangan berat sering kali membuat tubuh terasa penuh dan mengantuk. Lakukanlah aktivitas fisik intensitas rendah-menengah (kardio ringan) untuk membakar kalori. Berikut adalah lima rekomendasi olahraga yang bisa Anda lakukan:

Berjalan kaki: Membantu memperlancar pencernaan dan menjaga tubuh tetap aktif.

Yoga: Mengurangi rasa begah di perut sekaligus merelaksasi tubuh dan pikiran.

Berenang: Olahraga minim benturan yang menjaga kebugaran tanpa menekan area perut.

Bersepeda: Sangat baik untuk memelihara fungsi kardiovaskular dan melancarkan aliran darah.

Tinju: Efektif membakar kelebihan kalori setelah mengkonsumsi makanan berat.


Selain memperhatikan jumlah konsumsi, penting juga mengatur waktu makan agar tubuh dapat mencerna daging dengan optimal. Hindari langsung tidur setelah makan besar karena dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Jika ingin menikmati olahan daging kurban dalam beberapa menu berbeda, usahakan membaginya dalam porsi kecil sepanjang hari. Iduladha sejatinya mengajarkan keseimbangan: ibadah yang khusyuk, kepedulian sosial melalui berbagi, serta menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Dengan pola konsumsi bijak, manfaat daging kurban dapat dirasakan tanpa mengganggu kebugaran tubuh.

Ajak orang baik lainnya

Baca Juga

Lihat Semua