BERTAQWA SEPANJANG TAHUN, NGGA CUMA DI RAMADHAN
Insan Mandiri
Penulis
Taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dalam kata lain Taqwa adalah perbuatan-perbuatan baik yang muncul karena dorongan Iman yang terpatri dalam sanubari setiap insan..
Perintah Bertaqwa
Allah menyeru umat beriman utk senantiasa bertakwa kepadaNya kapanpun dan dimanapun. Perintah bertakwa kepada Allah di dalam Al-Qur’an banyak sekali, diantaranya terdapat dalam Surah Al-Baqarah (2:183) (2:197), Al-Imran (3:102), (3:200), Al-Maidah (5:8), Al-Taubah (9:119), Al-Hasyr (59:18).
Selaian dari Alquaran , Perintah bertaqwa kepada Allah disampaikan juga oleh nabi Muhammad saw seperti di bawah ini.
عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” [HR. Tirmidzi & Ahmad]
Mengapa harus bertaqwa kepada Allah
Bertakwa kepada Allah adalah kewajiban mutlak karena merupakan perintah-Nya, dan sarana menjadi hamba mulia. Taqwa adalah bekal terbaik untuk kehidupan akhirat, kunci ketenangan hati, solusi atas kesulitan, serta jaminan perlindungan dan surga-Nya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (٢٩)
Wahai orang-orang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan memberikan Furqaan (membedakan yang hak dan batil) bagimu dan menghapus segala kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal[8]: 29).
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ... (٣)
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq[65]: 2-3).
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (١٩٤)
“Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 194).
Ciri orang bertaqwa?
Allah menjelaskan tentang ciri-ciri orang-orang bertaqwa secara terperinci dalam QS Al-Baqarah ayat 2-5 dan QS Al-Imran ayat 134. Berdasar pada ayat-ayat tersebut diatas terdapat delapan ciri orang bertaqwa:
1. Beriman kepada yang ghaib,
2. Menegakkan shalat,
3. Menafkahkan sebagian rezeki,
4. Beriman kepada kitab Allah (Wahyu)
5. Yakin kepada akhirat.
6. Gemar memberi
7. Menahan amarahnya dan
8. Memaafkan (kesalahan)
Sarana Taqwa
Tujuan utama berpuasa di bulan Ramadhan adalah membentuk karakter taqwa. Hal ini sesuai dengan QS Al-Baqarah 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.”
Ayat diatas diakhiri dengan dua kalimat لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ. Dalam tata bahasa arab kalimat “la’ala” sebuah huruf natajjii (bermakna pengharapan adapun “tattaqun” adalah Fi’lun Mudhariun”, dalam bahasa inggris dinamai present continues tens (sebuah perbuatan yang dilakukan sekarang dan yang akan datang).
Dua kalimat ini memberikan informasi bahwa Ramadahn adalah sarana membangun dan memelihara taqwa. Dalam kata lain Ramadhan adalah kawah candra dimuka untuk melahirkan manusia bertaqwa, ya’ni manusia yang senantiasa konsisten menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.
Selama bulan Ramadhan, umat muslim disuguhkan berbagai amal ibadah seperti berpuasa , Taraweh, Qiyamul lail, mendengarkan tausyiah, Qiraatul qur’an, I’tikaf, Bersedekah, Berinfaq dan menunaikan. Semua amal-amal tersebut menjadi penyuburkan iman yang akan menghantarkan kepada ketaqwaan.
Point -point Taqwa
Adapun poin-poin penting bagaimana Ramadhan melahirkan taqwa:
1. Pengendalian Diri (Self-Control): Puasa melatih menahan diri dari makan, minum, dan hal membatalkan puasa, yang secara bertahap mengajarkan kontrol emosi, lisan, dan perilaku.
2. Kesadaran Ilahiyah (Muraqabah): Menumbuhkan keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi, bahkan saat tidak ada manusia melihat, yang membentuk integritas.
3. Peningkatan Ibadah: Ramadhan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah seperti salat, baca Al-Qur'an, dan berinfak.
4.Empati Sosial: Rasa lapar saat berpuasa menumbuhkan empati terhadap sesama yang kurang beruntung, mentransformasi kesalehan spiritual menjadi kesalehan sosial.
5.Karakter Permanen: Taqwa hasil Ramadhan bukan musiman, melainkan transformasi karakter yang bertahan hingga Ramadan berikutnya.
6. Manivestasi ketaqwaannya tercermin dalam relasi vertikal dengan Allah (Hablum Minallah) dan dan relasi horizontal (hablum Minannas) .
Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan seseorang dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan adalah menjadi pribadi yang bertaqwa yang dimanivestasikan dalam membangun relasi vertikal dengan Allah (Hablum Minallah) dan relasi horizontal (hablum Minannas) . Relasi vertikal yang dimaksud adalah seseorang akan lebih dekat dengan Allah, takut hanya kepada allah, dan berharap hanya kepada allah. Adapun relasi Horizontal yang dibangun akan termanivestasikan dalam kehidupan sosial yang semakin peduli terhadap sesama dan sikapnya yang semakin bijak, Ia gampang memberikan maaf, dan pandai mengendalikan emosi .
Ajak orang baik lainnya