Bagaimana anak menjadi manfaat?
Insan Mandiri
Penulis
Berbagi adalah kemampuan sosial yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Berbagi mencerminkan empati, kepedulian, dan kemampuan memahami kebutuhan orang lain. Dalam dunia anak, berbagi berarti mau memberikan sebagian dari apa yang dimiliki—baik mainan, makanan, maupun perhatian—kepada teman atau orang lain secara sukarela. Bukan karena di minta apalagi dipaksa.
Namun, berbagi bukanlah kemampuan yang muncul secara instan. Perlu di tumbuhkan dan dijarkan sejak dini. Berikut beberapa cara mengajarkan berbagi pada anak.
Bagaimana Cara Mengajarkan Anak untuk Berbagi
Berikan Teladan Nyata
Cara belajar paling efektif pada anak melalui teladan/ contoh nyata. AyahBunda dapat menunjukkan perilaku berbagi, seperti berbagi makanan kepada tetangga, meminjamkan barang dengan senang hati atau memberi bantuan ketika bertemu orang yang memerlukan bantuan.
Ajak Anak Mengunakan Permainan Kolaboratif
Pilih permainan yang mendorong kerja sama dan berbagi peran, misalnya bermain puzzle bersama, membangun balok, atau bermain peran (role play). Hal ini dapat mendorong anak untuk dapat berbagi dengan temannya.
Berikan Pujian Saat Anak Mau Berbagi
Pujian positif seperti “Ibu senang kamu mau berbagi mainan dengan teman” akan memperkuat perilaku baik dan membuat anak merasa dihargai. Maka rajinlah untuk memberikan pujian positif agar kebiasaan baik anak dapat terjaga dan berkelanjutan.
Bacakan Cerita tentang Berbagi
Buku cerita bergambar dengan tokoh yang suka berbagi dapat membantu anak memahami konsep berbagi secara emosional dan kontekstual.
Jangan Memaksa Anak untuk Berbagi
Paksaan dapat membuat anak merasa kehilangan atau tidak aman. Lebih baik ajak anak berdiskusi, “Bagaimana kalau kita bergantian main ya?”. Hal ini dapat membuat anak belajar berbagi dengan rasa rela.
6. Ajak anak terlibat langsung dalam berbagi
Ketika AyahBunda hendak berbagi, ajak anak untuk terlibat menyipkan langsung. Misalnya hendak berbagi sembako, maka libatkan mereka untuk menata sembako yang hendak dibagikan. Selain itu ajak mereka untukikut hadir dalam proses berbagi tersebut.
Anak juga bisa dilibatkan dalam pendanaannya. Misalnya anak dimotivasi untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk digunakan berbagi.
Mengapa Mengajarkan Berbagi Itu Penting
Berbagi bukan hanya soal membagi barang, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa empati, keadilan, dan kerja sama. Anak yang terbiasa berbagi cenderung lebih mudah menjalin pertemanan, memahami perasaan orang lain, dan memiliki sikap sosial yang positif di masa depan.
Mengajarkan anak untuk berbagi sejak kecil sangat penting karena masa kanak-kanak adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter. Dalam Islam, pendidikan akhlak dimulai sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan peduli.
Berikut beberapa alasan mengapa berbagi perlu diajarkan sejak dini:
1. Menumbuhkan jiwa sosial anak
Beberapa anak mungkin akan dengan mudah berbagi mainan ataupun makanan dengan anak lainnya. Tapi, ada juga yang harus melalui permintaan orangtuanya, baru anak mau berbagi mainan atau makanan yang dimilikinya.
Itu sebabnya, penting bagi orangtua untuk tak sekadar meminta anak untuk berbagi, tapi juga memberinya contoh lewat kegiatan sehari-hari di rumah. Jika dibiasakan dalam kegiatan sehari-hari, ini dapat menumbuhkan jiwa sosial pada anak yang akan terbawa hingga ia dewasa nanti.
2. Anak akan lebih peduli pada orang lain
Dunia akan menjadi tempat yang lebih indah jika kita saling peduli pada sesama. Tak hanya membantu orang lain yang kesulitan, anak yang peduli pada pada orang lain juga akan memahami kesulitan yang dialami oleh temannya, mendengarkan keluh kesah mereka, serta memikirkan cara untuk menghibur dan membantu temannya.
Anak yang peduli adalah cikal bakal anak yang memiliki kebaikan hati. Untuk meningkatkan kepedulian anak, AyahBunda dapat mulai melatihnya agar mampu mengenali perasaan orang lain. Tak hanya meningkatkan kepedulian anak, melatihnya untuk mengenali perasaan orang lain juga akan menumbuhkan empati anak.
3. Anak menjadi pribadi yang selalu bersyukur
Meski berbagi merupakan kegiatan sederhana, namun dampaknya besar bagi anak. Salah satunya adalah membuat anak tumbuh menjadi anak yang selalu bersyukur. Anak yang bersyukur tak akan pernah ragu untuk berbagi apapun yang dimilikinya dengan orang lain. Ia juga akan menerima apapun kelebihan dan kekurangan yang ia miliki, sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok yang rendah hati nantinya. Melihat kehidupan anak-anak di panti asuhan dari dekat membuat menyadari bahwa hidupnya lebih beruntuk dan banyak kelebihan yang patut disyukurinya.
4. Menanamkan Nilai Keimanan
Berbagi dalam Islam adalah ibadah. Mengenalkan sedekah sejak kecil membuat anak memahami bahwa membantu orang lain adalah perintah Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, dimana Allah menjanjikan pahala berlipat bagi orang yang bersedekah.
5. Membiasakan Anak Tidak Cinta Dunia Berlebihan
Dengan berbagi, anak belajar bahwa harta dan barang bukan untuk disimpan sendiri, tetapi juga untuk membantu sesama.
6. Mempersiapkan Anak Menjadi Pribadi yang Bermanfaat
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Jika sejak kecil anak sudah terbiasa berbagi, ia akan lebih mudah menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Semoga Allah memudahkan kita menjadi orang tua yang senantiasa mendampingi tumbuh kembang anak dan menjadikan mereka pribadi yang ringan tangan dan bermanfaat untuk umat. (ks)
Ajak orang baik lainnya
Baca Juga
Membangun Persahabatan Sejati dalam Bingkai Islam
13 Juli 2024
Mie Teman Akrab: Lebih dari Sekadar Mie, Kisah Inspiratif di Setiap Piring
27 September 2024
Lebih Dekat Dengan Rumah Singgah Peduli
09 Agustus 2024
8 Cara Mengembangkan Empati Anak
07 Juni 2024